Ilustrasi demensia - Image from id.pinterest.com
Demensia Adalah: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya Ketahui jenis-jenis demensia dan penyebabnya disini.
Demensia adalah penyakit yang biasanya diderita oleh lansia, penyakit ini mengakibatkan penderitanya mengalami penurunan daya ingat dan cara berpikir. Ketahui lebih lanjut tentang demensia berikut ini.
Baca Juga :
1. Penyebab, Gejala, dan Obat Trigliserida yang Ampuh
2. 11 Penyakit Tulang yang Wajib Diwaspadai
3. Gejala Sakit Ginjal Ini Perlu Anda Kenali
Demensia adalah sekumpulan gejala yang mempengaruhi kemampuan fungsi kognitif otak untuk mengingat (memori), berpikir, bertingkah laku, serta berbicara (berbahasa). Demensia bukanlah nama dari penyakit sungguhan, melainkan istilah yang digunakan untuk menggambarkan sekelompok gejala yang mengganggu fungsi otak.
Demensia disebut juga dengan gangguan neurokognitif mayor. Gangguan ini bukanlah suatu penyakit yang berdiri sendiri, melainkan sekelompok gejala yang disebabkan oleh kondisi atau penyakit lainnya.
Singkatnya seperti ini, sakit demensia adalah kondisi yang seringkali ditandai dengan sifat yang mudah lupa atau pikun karena memang dapat mengganggu kemampuan otak untuk mengingat.
Namun perlu digaris bawahi, ketika Anda mengalami penurunan daya ingat, maka tidak serta merta membuat Anda positif mengalami demensia. Karena kondisi ini didasarkan oleh berbagai hal atau penyakit yang berbeda.
Lalu apakah benar demensia adalah pikun? Tidak, demensia berbeda dengan pikun. Pikun merupakan perubahan kemampuan untuk berpikir dan mengingat yang biasa dialami seseorang seiring bertambahnya usia.
Perubahan itu bisa mempengaruhi daya ingat, akan tetapi tidak secara signifikan dan tidak menyebabkan penderitanya bergantung pada orang lain.
Sedangkan demensia merupakan penurunan daya ingat dan cara berpikir. Kondisi tersebut bisa mempengaruhi gaya hidup, kemampuan bersosialisasi, hingga aktivitas sehari-hari penderitanya. Demensia juga kondisi yang bisa bersifat progresif, yang mana dapat berkembang semakin memburuk dari waktu ke waktu.
Seperti yang disebutkan di awal, demensia adalah penyakit atau kondisi yang menggambarkan sekelompok gejala yang disebabkan oleh kondisi lainnya. Dan berikut beberapa jenis demensia sesuai dengan penyakitnya:
Berikut gejala umum demensia meliputi perubahan secara kognitif dan psikologis.
Gejala perubahan kognitif:
Gejala perubahan psikologis:
Seiring bertambahnya usia penderitanya, maka gejala demensia di tahap akhir biasanya bisa semakin memburuk. Kemungkinan ada beberapa tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Oleh karena itu, jika Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis.
Terdapat banyak sekali penyebab demensia. Namun secara umum, demensia disebabkan oleh adanya kerusakan sel-sel otak (neuron) yang bisa terjadi di beberapa bagian otak.
Selain karena berbagai penyakit seperti Alzheimer, demensia juga bisa disebabkan oleh beberapa hal lainnya, seperti efek samping obat, minum alkohol secara berlebihan (alkoholisme), serta penyakit tumor atau infeksi otak.
Bukan hanya itu saja, demensia juga bisa disebabkan oleh kondisi medis lainnya, seperti:
Penyebab demensia mungkin masih bisa diobati apabila gejalanya terdeteksi sejak dini. Oleh karena itu, penting untuk menemui dokter agar mendapatkan pemeriksaan medis segera setelah mengalami gejala.
Ilustrasi pengobatan demensia - Image from id.pinterest.com
Demensia dapat ditangani dengan medis dan non-medis. Adapun pengobatan dengan cara medis dilakukan dengan menggunakan obat-obatan dan terapi. Beberapa jenis obat yang biasa diberikan pada penderita demensia antara lain:
Untuk terapi, dokter biasanya akan menyarankan untuk melakukan terapi okupasional yang bertujuan untuk membantu mengendalikan gejala demensia, sekaligus meringankan komplikasi penyakit yang masih bisa ditangani.
Selain terapi okupasional, terapi relaksasi juga bisa dilakukan, seperti musik, hewan peliharaan, seni atau terapi pijat yang dapat membantu merangsang mood dan perilaku penderita demensia.
Sedangkan untuk pengobatan non-medis bisa dilakukan secara mandiri di rumah, berikut beberapa perubahan gaya hidup yang bisa dilakukan untuk mengatasi demensia:
Itulah pembahasan tentang penyakit demensia ini, semoga bermanfaat.